Sunday, August 28, 2011

Possible with love


Bayangkanlah, Anda sedang berdiri di atap gedung A berlantai 20. Dan di seberang gedung tersebut dengan jarak sekitar 15 meter terdapat gedung B yang tingginya sama yaitu 20 lantai (sktr 60 m). Di atap gedung B terdapat sebuah kotak / peti emas yang di dalamnya terdapat sejumlah uang yang totalnya ±Rp 1 milyar. Tapi, untuk mengambil uang tersebut Anda harus melewati jarak antara kedua gedung yang berjarak sekitar 15 meter dengan sebuah balok yang lebarnya hanya 30 cm. Pertanyaannya apakah Anda berani melewati balok yang lebarnya 30 cm dengan jarak 15 meter? Saya yakin, Anda pasti akan memikirkannya berkali-kali sebelum bertindak. Anda pasti akan memikirkan,”Kalau saya jatuh, bagaimana?” “ Kalau saya ini...., bagaimana?” dan pastinya banyak pemikiran-pemikiran yang menakutkan yang akan muncul di dalam benak Anda. Dan mungkin Anda akan memutuskan untuk tidak mengambilnya. Betul?

Tapi, bagaimana seandainya peristiwa yang Anda hadapi itu sama, cuma di gedung B sedang terjadi kebakaran dari lantai 1 sampai lantai 19 dan menjalar ke lantai 20. Dan yang ada di atap gedung itu bukanlah peti emas yang berisi uang melainkan ada seseorang yang berdiri disana sendirian dan kebingungan mencari jalan keluar. Dan setelah Anda melihat orang tersebut, ternyata orang tersebut adalah orang yang sangat Anda cintai / kasihi. Apa yang akan Anda lakukan? Cuek saja atau Anda malah tanpa berpikir lagi langsung menuju ke gedung tersebut tanpa memikirkan resiko yang akan Anda hadapi? Saya yakin, di pikiran Anda hanyalah terdapat satu kalimat yang dahsyat seperti ini “apapun akan saya lakukan, asal dia selamat”. Betul? Saya harap anda yang membaca tulisan ini setuju dengan saya. Tapi, bagi Anda yang membaca tulisan ini dan tidak setuju dengan saya, Cuma 1 hal yang ingin saya sampaikan kepada Anda. Koreksilah diri Anda sendiri. Berarti orang yang di seberang gedung tersebut bukan orang yang benar-benar Anda cintai. Berarti Anda menipu diri Anda sendiri, dan saya harap Anda sadar akan posisi Anda. Cerita di atas, bisa Anda jadikan untuk mengukur betapa orang yang Anda cintai itu mencintai Anda. Apakah orang tersebut benar-benar mencintai Anda? Atau Anda sedang dipermainkan? Saya harap, Anda bisa mendapatkan jawaban yang benar-benar Anda inginkan.

Ada kisah nyata tentang cinta yang benar-benar tidak pernah kita bayangkan dan itu terjadi. Anda tahu Adolf Hitler? Sang legendaris yang terkenal kejamnya karena telah membunuh puluhan ribu orang Yahudi pada masa kepemimpinannya di Nazi, Jerman. Apakah Anda tahu bagaimana caranya meninggal? Bukan dibunuh dengan senapan atau bom , tapi Adolf Hitler meninggal di sebelah istrinya dengan cara bunuh diri, karena Hitler tidak bisa tahan melihat orang yang paling dia cintai yaitu istrinya meninggal! Wow... apakah begitu dahsyatnya cinta? Hitler yang terkenal akan kekejamannya, bisa mati gara-gara cinta. Yes, begitulah cinta! Cinta memang luar biasa! Saya harap, Anda tidak melakukan hal sebodoh Hitler. Tapi, satu hal yang saya inginkan kepada setiap orang yang membaca tulisan ini, cintailah orang yang Anda cintai dengan setulus hati, bukan dengan paksaan, atau dari fisiknya atau pun dari segi materinya, dll. “Cintailah dengan sungguh-sungguh orang yang Anda cintai dengan ketulusan yang paling dalam dari hati Anda.” Ingat, bila cinta bertahta, yang tidak mungkin menjadi mungkin. Love is great!


Semoga bermanfaat,
Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.

                   

Sunday, August 21, 2011

Komik Hidup

Hidup Anda ibarat membaca sebuah komik / novel.

Seberapa banyak sih, orang yang melakukan aksi bunuh diri karena tidak bisa bertahan dalam menghadapi hidup ini?

Akhir–akhir ini, khususnya di Indonesia, sering sekali diberitakan bahwa terjadi aksi bunuh diri. Yang lebih lucunya, orang yang melakukan aksi bunuh diri di Indoneisa sepertinya sudah memiliki tempat favorit. Biasanya tempat–tempat favorit untuk melakukan aksi bunuh diri adalah tempat–tempat yang tinggi, contohnya di pusat perbelanjaan (mall), apartemen, dll.

Setiap kali saya mendengar berita seperti ini, saya sangat sedih. Kenapa? Karena mereka tidak mengerti akan indahnya hidup di dunia. Saya mengerti masalah yang dihadapi oleh setiap orang pasti berbeda–beda. Tapi apakah dengan melakukan bunuh diri, masalah kita selesai semua? Orang yang melakukan aksi bunuh diri adalah orang yang paling egois sedunia. Kenapa? Karena mereka pasti akanmerepotkan keluarga mereka, teman–teman, dan orang–orang yang disekitar mereka. Apakah Anda semua setuju dengan saya?

Saya mengibaratkan hidup ini seperti membaca sebuah komik ataupun novel. Kita bisa memilih komik atau novel yang kita baca. Mau yang akhir ceritanya berakhir secara ‘happy ending’ atau ‘sad ending’. Semua pilihan ada di tangan kita. Seperti itulah hidup kita. Kita mau akhir hidup kita bahagia atau sedih, semua tergantung dengan pilihan hidup kita.
Setiap komik ataupun novel yang kita baca, pasti memiliki Bab ataupun Jilid dari satu topik ke topik berikutnya. Benar?

Dan di setiap Bab, pasti ada cerita yang berbeda. Contohnya mungkin di bab awal, ceritanya menceritakan tentang kebahagian, di bab ke 2 ceritanya tentang kesedihan, bab selanjutnya menceritakan tentang kesengsaraan, selanjutnya tentang keberhasilan, selanjutnya tentang berbagai jenis kehidupan yang dialami, dan di bab terakhir pasti pilihannya cuma dua, ‘happy ending’ atau ‘sad ending’? Tergantung dengan pilihan kita. Begitu juga sama dengan kehidupan kita. Mungkin sekarang Anda di Bab tertentu yang lagi ‘sengsara’, tapi kemungkinan di Bab berikutnya sudah bahagia. Dan saya yakin, di Bab terakhir kehidupan Anda pasti akan berakhir dengan bahagia. Tapi, tidak bosan–bosannya saya mengatakan, semuanya tergantung dengan pilihan Anda.

Saya berharap setelah membaca tulisan saya di atas, Anda bisa secara sadar dan secara dewasa dalam menghadapi hidup ini. Kalau sekarang Anda dalam kondisi yang sangat buruk, ingat mungkin Anda berada di salah satu Bab di dalam komik / novel, tapi Anda harus yakin, di Bab berikutnya Anda sudah memasuki Bab baru yang menceritakan tentang kebahagiaan ataupun kemakmuran. Hidup penuh dengan pilihan. Saya memilih untuk hidup kaya dan bahagia. 

Tetap Semangat!!

Semoga bermanfaat,
Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.

                    

Monday, August 15, 2011

Kaya tanpa Kasih = Sia-sia


Sering sekali kita temukan orang kaya yang hidupnya tidak bahagia. Apakah Anda setuju dengan saya? Tapi, memang yang lebih banyak adalah orang kaya yang bahagia. Saya berharap Anda masuk di dalam kategori ‘orang kaya yang bahagia’.

Sekarang mari kita sama – sama cari tahu, kenapa ada orang yang sudah kaya tapi hidupnya masih tidak bahagia? Inilah yang sering menjadi pertanyaan banyak orang. Bayangkan, kaya saja sudah tidak bahagia, apalagi kalau miskin? Hehe..
Setelah saya survey dan bertanya dengan orang – orang kaya, ternyata yang membuat sebuah keluarga bahagia atau tidak bahagia hanyalah cinta / kasih dalam keluarga. Sebuah keluarga yang bahagia, biasanya ada cinta kasih dari orang tua kepada anak dan sebaliknya. Tetapi, sebuah keluarga yang tidak bahagia sudah pasti tidak adanya cinta kasih dalam keluarga.

Saya ambil contoh seorang artis yang sangat melegenda yaitu Elvis Presley. Elvis seorang artis yang sangat tampan, kaya raya, terkenal, memiliki istri yang sangat cantik, memiliki rumah yang sangat indah, memiliki mobil yang sangat mewah, tetapi alhasil apa yang terjadi dengan Elvis? Di akhir hidup Elvis, di ceritakan bahwa Elvis meninggal dengan sangat tragis. Mayatnya ditemukan overdosis mengkonsumsi obat–obatan terlarang di dalam kamar mandi. Pada saat itu, banyak sekali orang yang bertanya–tanya mengapa seorang Elvis yang sangat kaya, tampan dan terkenal bisa meninggal? Setelah diteliti, ternyata yang membuat Elvis meninggal adalah Elvis tidak mendapatkan kasih sayang dari orang–orang yang di kasihinya.

Ini hanyalah kisah dari salah satu kenyataan hidup dari para orang kaya yang hidupnya tidak bahagia. Sekarang pilihan ada di tangan Anda. Anda ingin ‘hidup kaya dan bahagia’ atau ‘hidup kaya tapi sengsara’? Atau saya rubah pertanyaannya menjadi lebih ekstrem, ‘hidup kaya tapi sengsara’ atau ‘hidup miskin tapi bahagia’? Mungkin ada beberapa orang mendapat pertanyaan seperti ini, akan menjawab lebih baik saya memilih ‘miskin tapi bahagia’ daripada ‘kaya tapi sengsara’. It’s true.

Saya berharap setelah Anda membaca tulisan saya yang di atas, Anda bisa segera mengkoreksi kehidupan Anda. Apakah hidup Anda sekarang hampir sama dengan kehidupan Elvis? Hidup kaya tapi tidak bahagia? Saran saya cuma satu, yaitu bertobatlah selama masih ada waktu. Turunkan ego Anda, cari dan temukanlah orang–orang yang Anda kasihi. Kalau memungkinkan, Anda boleh mengatakan kepada orang yang Anda kasihi bahwa Anda sangat memerlukan mereka. Anda harus sadar, sekaya apapun Anda kalau hidup tanpa adanya cinta / kasih akan sia–sia.

Tetap Semangat! 

Semoga bermanfaat,
Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.

                 

Thursday, August 11, 2011

Pengemis lebih kaya dari karyawan?


Menurut Anda, apakah seorang pengemis itu sudah pasti miskin secara finansial? Belum tentu. Di daerah Jawa ada seorang pengemis yang mempunyai mobil. Bahkan di Eropa ada pengemis yang bisa membeli sebuah mobil mewah dan apartemen. Apakah hal ini biasa menurut Anda? Tentu tidak, saya yakin setiap orang yang mendengar atau melihatnya pasti akan sangat terkejut. Seorang pengemis bisa memiliki mobil?? Wow....

Tapi setelah dipikir–pikir, sah–sah saja kalau pengemis bisa memiliki mobil. Coba kita bayangkan, kalau pengemis itu duduk di dekat rambu lalu lintas, kira–kira dalam 1 hari ada berapa kali lampu merah? Kita anggap 1 hari itu ada 100x lampu merah (saya yakin pasti lebih) dan setiap lampu merah, si pengemis mendapat Rp.1.000,-(kadang–kadang bisa lebih). Anda kalikan saja penghasilan si pengemis tersebut. Dalam 1 hari, pengemis tersebut bisa mendapatkan penghasilan sebesar +/- Rp.100.000,-/ hari tanpa bekerja alias Duduk Diam Dapat Duit (4D)!! Wow..

Hanya dengan meminta saja mereka bisa mendapatkan +/- Rp.100.000,- / hari. Berarti pengemis tersebut sudah mendapatkan pasif income. Dahsyatkan?

Coba Anda bandingkan dengan gaji seorang karyawan bergelar S1 yang baru melamar pekerjaan. Kira–kira, kalau Anda seorang pemimpin perusahaan, berapa gaji yang akan Anda berikan? Saya yakin Anda pasti akan memberikan sekitar Rp. 1,5 juta dan paling maksimal pun sekitar Rp.2 juta. Benar? Mari kita bagi penghasilan karyawan tersebut menjadi perhari, berarti sang karyawan baru mendapatkan penghasilan sekitar Rp.67.000,- / hari. Masih kalah sekitar Rp.33.000,- dari si pengemis yang bisa mendapatkan penghasilan minimal sebesar RP.100.000,- setiap harinya.

Dilihat dari segi jabatan sosial, memang sangat menggelikan. Seorang pengemis bisa berpenghasilan lebih besar dari seorang karyawan bergelar, tapi itulah kenyataan hidup!

Menurut Anda, apakah si pengemis bisa tergolong sukses atau kaya? Tergantung dengan pendapat Anda masing – masing. Tapi,  menurut saya si pengemis adalah orang yang paling ‘miskin’ sedunia. Kenapa? Karena orang yang sukses atau kaya bukan diukur dari berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi impian merekalah yang menentukan mereka miskin atau kaya.

Jadi, bagi Anda yang sekarang masih belum memiliki uang yang banyak, tetapi sudah memiliki impian yang besar, maka Anda sudah termasuk kedalam golongan orang kaya dan sukses.  Yang perlu Anda lakukan sekarang adalah Anda harus bersabar dan pantang menyerah dalam mengejar impian Anda.

Tetapi, jika saat ini Anda tidak memiliki uang dan dan tidak mau memiliki impian..maka, Anda akan menjadi  orang yang paling kasihan di dunia ini!

Orang miskin, bukanlah orang yang tidak memiliki sesenpun, tapi orang miskin adalah orang yang tidak memiliki IMPIAN!!

Saya berharap setelah Anda membaca artikel saya ini, Anda lebih bisa menyadari bahwa hidup bukan hanya untuk uang!.

Kejarlah impian Anda selagi masih ada waktu. Uang adalah efek dari apa yang kita kerjakan saat ini.

Semoga bermanfaat.

Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.


Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
luhurmotivation@gmail.com
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.