Wednesday, September 28, 2011

Tekanan menjadi kekuatan

Di daerah Rusia, ada seorang miliarder yang sangat kaya akan melakukan sayembara. Tapi, sang miliarder ini mempunyai sedikit keanehan yaitu memelihara ikan hiu di dalam kolam renang yang cukup besar. Hadiah bagi pemenang yang bisa melewati tantangannya ada 3 pilihan yaitu :
-. Akan diberikan uang sebesar $1.000.000,-.
-. Akan diberikan ½ dari harta kekayaannya.
-. Akan dinikahkan dengan putrinya yang sangat cantik.

Dan tantangannya untuk mendapatkan salah satu dari hadiah tersebut adalah harus berenang menyeberangi kolam yang terdapat ikan hiu di dalamnya. Setelah ditunggu beberapa lama, ternyata tidak ada satu pun pemuda setempat yang berani menerima tantangan yang diberikan. Dan tiba – tiba terdengar suara ceburan air, dan ternyata ada seorang pemuda dengan gagah berani berenang melewati kolam yang sudah dipenuhi oleh ikan hiu. Akhirnya pemuda tersebut berhasil melewati tantangan tersebut dan pemuda tersebut mendapatkan tepuk tangan  yang sangat meriah dari para penonton. Setelah berhasil, akhirnya pemuda tersebut diwawancarai dan ditanya akan memilih hadiah yang mana?. Ternyata pemuda tersebut tidak memilih salah satu dari tiga hadiah yang diberikan, melainkan pemuda tersebut hanya ingin tahu siapa yang mendorong dia masuk ke dalam kolam yang dipenuhi ikan hiu?

Yes, begitulah kebanyakan hidup yang dilalui oleh setiap orang. Kadang – kadang kita harus didorong supaya kehidupan kita berubah. Kita tidak akan bergerak kalau tidak ada tekanan hidup yang memaksa kita untuk bergerak melewati setiap tantangan yang kelihatannya mustahil untuk dilewati. Setelah melewati ‘kolam hiu’ tersebut, barulah kita menyadari bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang sangat dahsyat dan mungkin selama ini kita menganggap adalah sesuatu yang mustahil untuk dilewati.

Kita tidak akan bergerak kalau kehidupan kita aman – aman saja. Kita akan bergerak, apabila tekanan yang tejadi dalam hidup kita sangatlah besar. Pertanyaanya. Apakah Anda baru mau bergerak dan merubah kehidupan Anda pada saat Anda menghadapi tekanan yang sangat besar? Atau Anda akan berubah untuk menjadi yang terbaik sebelum tekanan hidup yang besar menimpa Anda? Semuanya tergantung dengan pilihan hidup Anda. Karena hidup kita penuh dengan pilihan. Saya memilih untuk berubah dan menjadi sukses. Bagaimana dengan Anda?

Semoga bermanfaat,
Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.

                    

Sunday, September 4, 2011

Just do it!


Just do it” adalah tagline dari Nike. Tagline tersebut sangat terkenal seantero dunia. Sekarang kita tidak membahas bagaimana tagline tersebut bisa mendunia. Tapi yang akan kita bahas adalah, makna di balik dari kalimat tersebut. Tagline tersebut sangat sederhana, tapi mempunyai makna yang sangat mendalam. Mari kita simak cerita di bawah ini.

Ada sebuah cerita tentang seorang guru seni keramik yang melakukan eksperimen dengan sistem penilaiannya terhadap 2 kelompok murid. Begini kegiatannya :

Sang guru keramik mengumumkan pada hari pertama bahwa ia akan membagi kelasnya menjadi 2 kelompok. Mereka yang di sebelah kiri , akan diberikan nilai hanya berdasarkan kuantitas kerja yang mereka hasilkan , sementara yang disebelah kanan akan diberikan nilai hanya berdasarkan kualitas kerja yang mereka hasilkan.

Prosedurnya sederhana saja , di hari terakhir mata pelajarannya , ia akan membawa timbangan untuk menimbang hasil kerja kelompok “kuantitas”  dengan syarat : pot seberat 50 pon diberikan nilai ‘A’ , 40 pon diberikan nilai ‘B’, dan  seterusnya. Namun kelompok “kualitas” hanya perlu menghasikan sebuah pot namun harus sempurna untuk bisa mendapatkan nilai ‘A’.

Ketika tiba saatnya memberi nilai , muncullah fakta yang mengundang rasa ingin tahu. Rupanya , hasil kerja yang paling tinggi kualitasnya justru dihasilkan oleh kelompok ‘kuantitas. Setelah diteliti , ternyata kelompok kuantitas sibuk bekerja dan belajar dari kekeliruan mereka, sedangkan kelompok kualitas hanya duduk berteori tentang kesempurnaan, dan akhirnya mereka tak dapat membanggakan hasil kerjanya selain teori-teori besar serta setumpuk tanah liat.

Dari cerita diatas , bisa kita simpulkan bahwa lebih baik kita mencoba dan coba terus biarpun gagal daripada kita duduk diam dan terus memikirkan untuk membuat yang terbaik dan akhirnya tidak terjadi apa – apa.

Jadi , bagi Anda – Anda sekalian yang mempunyai ide – ide cemerlang lebih baik di coba terlebih dahulu , daripada terus memikirkan untuk bisa mendapatkan ide yang sempurna. Setiap kali Anda mencoba ide – ide Anda, Anda pasti akan menemukan banyak sekali kesalahan. Dan dari setiap kesalahan itulah Anda akan belajar banyak sekali pelajaran yang secara tidak langsung akan membuat ide –ide Anda menjadi sangat sempurna. Dan kalau Anda tidak mencoba dan hanya memikirkannya saja, maka yang akan Anda dapatkan hanyalah ide-ide Anda yang tidak akan terealisai atau bahkan Anda akan frustasi untuk terus menyempurnakan dan akhirnya putus asa , ide Anda pun hilang termakan oleh kejenuhan Anda. Jadi, cobalah dahulu karena Anda akan menemukan hikmah yang positif di dalam pengalaman yang negatif.


Just do it!


Semoga bermanfaat,
Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.