Wednesday, August 28, 2013

Sisi Lain dari CR7 (Cristiano Ronaldo)

Apa yang ada di benak Anda, pada saat anda mendengarkan nama Cristiano Ronaldo (CR7)? Pesepakbola terbaik saat ini? Pemain termahal di dunia? Seorang Playboy? Pemain yang arogan / sombong? Egois.. dsb? Terlepas dari apapun yang anda pikirkan tentang CR7, hari ini saya tidak akan menceritakan tentang kemewahan yang dia dapatkan ataupun penghargaan – penghargaan yang dia dapatkan selama ini. Tetapi yang akan saya bahas adalah sisi lain dari CR7 yang mgkn belum di ketahui oleh banyak orang.

Kisah ini akan saya mulai pada saat CR7 masih kecil. Pada saat kecil, CR7 pernah bermain bersama salah satu klub junior yang ada di Portugal. Suatu hari, klub tersebut kedatangan scout (pencari bakat) dari Sporting Lisbon (salah satu klub terkuat dan terbesar di Portugal) untuk mencari bakat di klub tersebut. Kebetulan di klub tersebut, hanya ada 2 orang yang bersinar yakni CR7 beserta temannya yang bernama Albert Frantau.

Tim scout dari Spoting Lisbon hanya akan memilih 1 pemain yang berbakat saja dari klub tersebut. Akhirnya, tim Scout dari Spoting Lisbon memberikan tantangan kepada mereka berdua, “siapa yang bisa mencetak paling banyak gol pada pertandingan selanjutnya..akan diterima di akademi Sporting”.

Dan pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3 – 0, dengan kemenangan dari tim CR7. Pada pertandingan tersebut CR7 berhasil mencetak 2 gol dan temannya Albert mencetak 1 gol. Gol pertama di ciptakan oleh CR7, gol kedua diciptakan oleh temannya Albert. Dan proses terjadinya gol ketiga sangat unik, karena pada saat itu..Albert sudah one on one dengan kiper lawan dan dia juga berhasil melewati kiper tersebut, hanya dengan tendangan yang ringan saja sebenarnya Albert bisa mencetak gol, tapi keputusan berbeda yang dipilih oleh Albert, dia mengoper bola tersebut ke kaki CR7, dan akhirnya CR7 yang mencetak gol tersebut. Pada saat pertandingan berakhir, maka CR7 pun di terima di akademis klub Sporting.

Setelah pertandingan selesai, CR7 bertanya kepada temannya Albert, “Why?”, dan Albert menjawab, “Because you’re better than me”. Ternyata semua kesempatan dan keberhasilan yang diterima oleh CR7 di sebabkan oleh pengorbanan dari seorang teman yang sangat luar biasa. Dibalik kesuksesan dari  CR7, dia tidak melupakan pengorbanan dari temannya saat itu.

Suatu saat ada wartawan yang penasaran dengan cerita tersebut dan mencari tahu kebenaran  cerita tersebut. Setelah melakukan pencarian akhirnya mereka menemukan teman masa kecil  CR7 yang bernama Albert Frantau dan melakukan konfirmasi atas cerita tersebut. Albert Frantau pun membenarkan semua cerita tersebut. Yang menjadi pertanyaan para wartawan pada saat itu adalah kenapa Albert Frantau bisa memiliki rumah dan mobil yang cukup mewah padahal dia tidak bekerja dan tidak bermain sepak bola lagi? Dan dengan bangganya Albert mengatakan bahwa semuanya ini berasal dari CR7.

Ada pepatah yang mengatakan, “ Kacang lupa akan Kulitnya”, tetapi CR7 tidak seperti itu. Biarpun dia sudah sangat terkenal dan kaya raya, dia tetap memperhatikan dan menghargai teman yang telah memberi kesempatan kepada dia pada waktu masih kecil.

Dari kisah CR7 diatas, kita dapat mempelajari satu hal yang sangat penting yaitu, biarpun kita sudah sangat sukses dan kaya raya, kita tetap harus memberi penghargaan kepada orang-orang yang telah memberi kesempatan dan membantu kita mencapai kesuksesan. Kebanyakan orang terlena dengan kesuksesan yang telah mereka dapatkan saat ini dan melupakan orang-orang yang telah membantu mereka menuju kesuksesan saat ini.

Seorang CR7 yang sangat terkenal, dan banyak dikritik oleh karena sikap arogan - nya pada saat bermain sepak bola ternyata memiliki sisi lain yang jarang dimiliki oleh pemain lain. Semoga kisah singkat dari CR7 ini bisa memberi inspirasai kepada kita semua untuk  belajar menghargai orang-orang yang telah membantu kita mencapai kesuksesan kita saat ini.

Semoga bermanfaat,
Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.

Monday, August 26, 2013

Pelajaran Berharga dari 'Mengantri'.

Mungkin kita sering mendengar kata “antri’ di setiap loket penjualan tiket. Tapi pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, kenapa kita harus ‘mengantri’? Dan apa yang bisa kita pelajari dari ‘mengantri’?
Suatu hari, ada seorang guru di Australia pernah berkata..
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak sekolah dasar kami tidak pandai matematika, tapi kami lebih khawatir kalau mereka tidak pandai mengantri”.
Mengapa pelajaran mengantri lebih di pentingkan daripada pelajaran matematika?
Inilah jawabannya.
Karena untuk belajar matematika, ternyata anak – anak hanya perlu dilatih selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa matematika, sementara diperlukan waktu 12 tahun atau lebih untuk bisa mengajari anak – anak mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga dibalik dari proses mengantri. Mengapa demikian? Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali tambah, kali, kurang  dan bagi. Sebagian dari mereka ada yang menjadi penari, atlet olimpiade, penyanyi, musisi, pelukis, bisnisman dll. Dan biasanya, hanya sebagian kecil saja dari anak - anak dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi dibidang yang berhubungan dengan matematika.
Sementara semua anak dalam satu kelas pasti akan membutuhkan “Etika Moral dan Pelajaran Berharga” dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
Apa pelajaran berharga yang bisa diambil dari ‘mengantri’?
Ternyata dari mengantri, anak – anak bisa belajar banyak hal, contohnya sbb :
1.     Anak – anak belajar Manajemen Waktu. Jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2.     Anak – anak belajar Bersabar. Apabila anak tersebut berada di posisi paling belakang, maka dia harus bersabar untuk menunggu giliran dia.
3.     Anak – anak belajar Menghormati Hak Orang Lain. Yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot karena merasa diri paling penting.
4.     Anak – anak belajar Berdisiplin. Kehidupan anak – anak akan menjadi lebih disiplin dan teratur.
5.     Anak – anak belajar Kreatifitas. Pada saat mereka mengantri, mereka akan memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan pada saat mengantri.
6.     Anak – anak belajar Bersosialisasi. Pada saat mengantri, mereka juga bisa bersosialisasi dengan menyapa dan mengobrol dengan orang lain di dalam antrian.
7.     Anak belajar Hukum Sebab - Akibat. Apabila mereka datang terlambat, mereka harus menerima konsekuensinya.
Dari pemaparan manfaat ‘mengantri’ diatas, ada baiknya mulai sekarang bisa diajarkan kepada generasi muda, supaya bisa di duplikasi ke generasi berikutnya dan akan terjadi perubahan yang sangat signifikan.
Mengantri adalah hal yang sangat sederhana, apabila bisa diterapkan, sesuatu yang sederhana bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga dan bernilai di mata orang lain.
Mulai saat ini, budayakanlah mengantri di sepanjang hidup Anda supaya terjadi perubahan kearah yang lebih baik dan lebih dahsyat.
Budayakan Antri dan Tetap Semangat!

Semoga bermanfaat,
Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.