Wednesday, September 25, 2013

Kisah Milyuner Muda dari berjualan Rumput laut.

Sering kali kita mendengar kata – kata ‘Kalau mau Sukses, Jangan Menyerah’. Tapi pernahkah kita berpikir sejenak, apakah kata – kata ‘Jangan Menyerah’ hanyalah sebuah kata penyemangat untuk sekedar memotivasi kita atau memang benar kata tersebut tersirat suatu makna yang sangat mendalam? Biarlah kita menjawab pertanyaan kita sendiri setelah kita membaca kisah sukses dari pemuda yang berpenghasilan Rp. 450M/tahun pada saat berusia 26 thn.

Pria tersebut bernama Top Ittipat, yang lahir di Thailand. Top sesungguhnya hanyalah seorang pemuda biasa. Sewaktu dia masih kecil, tak ada yang begitu spesial dari dirinya. Bahkan pemuda ini cenderung cuek dan tidak terlalu memikirkan masa depan. 

Seperti kebanyakan pemuda seumurannya, Top pernah mengalami kecanduan game online saat dia berumur 16 tahun pada tahun 2004 di saat masih duduk di bangku SMA dan membuat pelajaran sekolahnya terabaikan. Tentu saja bukan satu hal yang baik, tapi perkenalan dunia bisnis justru dimulai dari sini. 

Top mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah). 

Para pembelinya adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli.

Disaat yang bersamaan bisnis orang tuanya mengalami kebangkrutan dan karena kemalasannya selama di sekolah, akhirnya Top tidak berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri dan harus masuk ke Universitas Swasta. 

Dengan sisa uang yang dimilikinya Top beralih usaha ke bisnis DVD Player, tapi Top ditipu mentah-mentah sebab semua DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat kembali. Top juga berusaha mencari pinjaman uang ke bank untuk memulai usaha baru. Namun, pihak bank tak begitu saja menyetujuinya.

Dari kejadian inilah Top mulai menyadari kesalahannya karena telah mengabaikan sekolahnya. Dan kejadian yang sama ini jugalah, Top mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis. 

Hutang yang melilit usaha orang tuanya yang mencapai 40 juta Baht semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi rumah mereka disita pihak Bank. Ditengah himpitan ini Top tetap berkeras. 

Setelah akhirnya dapatkan pinjaman dari bank, segala hal dia coba lakukan, Top mencoba berjualan kacang (chesnut) bersama dengan pamannya.

Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik. 

Lalu akhirnya Top membuka kedai di mall dan belajar tentang menemukan tempat yang stategis. Sebab lokasi menjadi salah satu faktor menentukan dalam keberhasilan penjualan suatu produk. 

Namun berbisnis memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya. Top hampir putus asa saat menghadapi kejadian ini. 

Disamping itu, orang tuanya pun memutuskan untuk pergi ke China. Top tetap berkeras untuk bertahan di Thailand dan melanjutkan usahanya. Dari bisnis jual kacang, Top beralih haluan untuk berbisnis rumput laut goreng. Makanan cemilan yang diberikan oleh kekasihnya. 

Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, sekalipun akhir dari kisah cinta mereka tidak memberikan kenangan yang manis sebab kekasihnya meninggalkan Top dikarenakan Top lebih fokus untuk mengurus bisnis dan usahanya.

Top mendapatkan inspirasi untuk membuat rumput laut goreng dan ia membeli beberapa rumput laut namun basi dalam waktu 1 minggu. Kejadian ini membuatnya bertanya – tanya dan Top pun mendatangi professor di bidang pangan untuk menyelesaikan maslah ini. profesor tersebut berhasil membantu Top membuat makanan agar tidak mudah basi dengan membuat vakum kemasan dan mengganti dengan nitrogen. Kemudian tantangan berikutnya adalah Top tidak bisa membuat rumput laut yang enak karena setelah di goreng rasanya pahit. Top dan pamannya menghabiskan lebih dari 100ribu bath atau sekitar 30juta rupiah untuk uji coba rumput laut tapi gagal, sampai semua rumput lautnya habis.
Dalam tekanan yang begitu hebat, Top tetap berusaha mencari tahu tentang berbagai strategi – strategi penjualan. Ia bahkan rela belajar langsung dari pasar dengan bertanya – tanya ke para pedagang. Top mendapatkan inspirasi ketika ia berbelanja disalah satu mini market, 7 – Eleven. Ia menerapkan metode yang pernah di ajarkan di kursus yang pernah dia ikuti. Ayahnya terpaksa memasukan Top mengikuti kursus bisnis karena tidak sanggup membiayai ke perguruan tinggi. Cara yang di pakai Top adalah ekspansi penjualan ke berbagai negara. Namun untuk ekspansi ke berbagai negara tidaklah mudah, dan harus memenuhi beberapa standard tinggi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan.

Keputusasaan melanda dirinya. Top hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya terakhirnya kali ini tidak sia-sia. 

Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi. 

Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya dirubah Top menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya. 

Saat ini, Top telah mengekspor camilan rumput lautnya ke lebih dari 27 negara termasuk Indonesia. Pendapatan Top pertahunnya bisa mencapai 1,5 M Bath atau lebih kurang 450M rupiah per tahun.Top Ittipat telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai ‘The Young Billionaire from Thailand’. Camilan rumput laut yang berhasil dia ciptakan adalah “Tao Kae Noi”.

Dari kisah Top ‘ Tao Kae Noi’ Ittipat, kita bisa belajar tentang semangat ‘Never Give UP’ yang ada di dalam dirinya. Mungkin ada sebagian dari kita pernah mengalami hal yang sama dengan Top atau bahkan lebih parah dari kisah hidup Top, namun yang membedakan kita dengan Top hanyalah satu kata yaitu ‘ Never Give Up’.  Top tidak menyerah pada saat menghadapi berbagai tekanan hidup. ‘Apapun yang terjadi, jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah’ inilah yang di sampaikan oleh Top Ittipat.

Mungkin saat ini Anda sudah mau menyerah dalam mengembangkan bisnis Anda, ataupun Anda sudah putus asa terhadap bisnis Anda, namun satu hal yang bisa disampaikan dari cerita ini yaitu terus berinovasi dan yang terpenting adalah Jangan Menyerah, Terus Maju dan Raihlah Impian Anda.

Semoga bermanfaat.

Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator - Entrepreneur
luhurmotivation@gmail.com
@LUHURMotivation      
www.luhurmotivation.com

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda, dapat menghubungi 0811 608 0501.


Terima kasih.

No comments:

Post a Comment