Thursday, November 14, 2013

Rahasia Sukses Jacky Chan (Chen Lung)


Nama Jacky Chan mungkin sudah tidak asing lagi di dengar di telinga kita. Jacky adalah seorang aktor laga dari Hongkong yang sudah menembus pasar Hollywood. Film – film yang dilakoninya kebanyakan adalah film laga yang kocak dan lucu. Namun pernahkan anda menyadari apa yang membuat Jacky Chan menjadi sangat terkenal? Mari kita pelajari bersama – sama.

Pada tahun 1960an sampai tahun 1970an, apakah Anda masih ingat dengan seorang aktor yang bernama Bruce Lee? Saya yakin semua orang di dunia ini pasti pernah mendengar nama sang legendaris Bruce Lee. Pada tahun 1960an, Bruce Lee sangat terkenal dengan kungfunya yang luar biasa dan film laganya yang sangat fenomenal.  “Pukulan 1 inchi” adalah jurus yang sangat fenomenal yang sampai saat ini mungkin belum ada yang bisa meniru jurus “pukulan 1 inchi”-nya. Namun sayangnya, di usia yang sangat muda, Bruce Lee harus menghembuskan nafas terakhirnya.

Sepeninggalan Bruce Lee, banyak sekali aktor - aktor laga lainnya yang berusaha meniru gaya dari Bruce Lee. Dari gaya rambut, gaya berdiri, gaya berjalan, gaya berkelahi bahkan gaya bicaranya semua ditiru. Kenapa banyak yang mau meniru gaya Bruce Lee? Karena mereka beranggapan bahwa dengan meniru gaya Bruce Lee, maka mereka bisa menjadi sangat terkenal seperti Bruce Lee.   Namun berbeda dengan Jacky Chan. Jacky melihat banyak yang sudah meniru gaya Bruce Lee, apabila dia juga ikut meniru gaya Bruce Lee, otomatis dia tidak akan dikenal oleh banyak orang. Oleh sebab itu, Jacky Chan berpikir satu langkah lebih depan dari kebanyakan aktor lainnya. Banyak yang mengikuti gaya Bruce Lee, tetapi Jacky Chan mengambil keputusan untuk melakukan apa yang jarang dilakukan Bruce Lee.

Contohnya, kebanyakan film yang dilakoni Bruce Lee adalah film laga yang serius, berkelahi lebih suka menggunakan kecepatan tangan ataupun kaki dan sesekali memegang senjata. Namun kebalikan dengan Jacky Chan, Jacky lebih suka melakoni film laga yang bersifat serius namun gaya bertarungnya yang kocak dengan ekspresi wajah yang lucu, dan Jacky jarang berkelahi dengan menggunakan kecepatan tangan ataupun kaki, melainkan dia memanfaatkan semua barang yang ada di sekitarnya untuk bisa dijadikan sebagai senjata melawan musuh. Itulah perbedaan yang sangat mencolok dari seorang Jacky Chan dan Bruce Lee. Bahkan saat ini, Jacky Chan bisa disebut sebagai aktor legendaris hidup dari Hongkong yang sudah mendunia.

Dari pemaparan cerita Bruce Lee dan Jacky Chan diatas, apa yang bisa Anda pelajari?

Untuk melakukan suatu terobosan, maka anda harus berani tampil beda dan keluar dari zona nyaman. Banyak orang tidak bisa melakukan terobosan di dalam bisnis ataupun hidupnya karena mereka takut untuk tampil beda dan takut keluar dari zona nyaman. Padahal perlu Anda sadari, kesuksesan itu berada tidak jauh diluar dari zona nyaman Anda sekarang. Untuk itu, keluar lah dari zona nyaman anda, dan tampil bedalah dari orang lain, maka bisnis dan hidup anda akan mengalami sebuah terobosan layaknya seorang Jacky Chan yang saat ini sudah menjadi seorang legenda hidup.

Semoga bermanfaat.

Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator – Entrepreneur
www.luhurmotivation.com
Email               : luhurmotivation@gmail.com
Twitter             : @LUHURMotivation
Fanpage           : Luhur Motivation     

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda dapat menghubungi 0811 608 0501.


Terima kasih. 

Friday, November 1, 2013

Minggu Neraka



Pernahkah Anda mendengar US Navy SEAL? Navy SEAL adalah pasukan elit yang dimiliki oleh Militer AS. SEAL adalah singkatan dari Sea, Air, & Land. Seperti dengan namanya, pasukan elit ini ahli di air, udara dan daratan. Konon katanya, satu team regu Navy SEAL sanggup mengalahkan teroris terbesar di dunia.  Untuk menjadi pasukan di Navy Seal tidaklah gampang. Setiap orang yang ingin bergabung di Navy Seal, harus melewati proses yang sangat memberatkan. Mereka harus melewati yang namanya ‘Hell Week’ atau ‘Minggu Neraka’. Dalam 5,5 hari berturut – turut, pasukan ini akan disiksa habis – habisan layaknya seseorang yang masuk kedalam neraka.

Meski berat, Hell Week bukanlah minggu terakhir masa pendidikan SEAL. Karena setelah melewati tahapan pertama ini, siswa masih akan dikirim ke wilayah dingin untuk mendapatkan beragam pelatihan selama 15 minggu. Baru setelah lulus dari tahapan ini mereka akan diberikan brevet kebanggaan dan tercatat sebagai personel SEAL.

Sesuai namanya yang mengandung arti "neraka", Hell Week merupakan pendidikan dengan tingkat "penyiksaan" layaknya neraka. Pendidikan ini dimulai sejak dini hari, tepat ketika pergantian jam bergulir dari hari Minggu ke hari Senin.

Rentetan tembakan senapan mesin dan artileri menjadi menu pembuka. Selama Hell Week, siswa dibuat sangat lelah. Jam tidur hanya empat jam sehari. Selebihnya, materi berat yang diberikan para instrukstur.

Peserta terus bergerak, berlari, berenang, mendayung, membawa perahu di atas kepala mereka, melakukan log PT, sit-up, push-up, berguling di pasir, slogging melalui lumpur, mendayung perahu dan melakukan perjalanan surfing. Bukan perkara mudah, ketika Anda sedang berdiri tanpa henti dalam formasi, basah kuyup di pantai, atau sampai ke pinggang dalam air, dengan angin laut yang dingin. Lumpur menutupi seragam, tangan, wajah - segala sesuatu dan  yang tersisa hanyalah mata. Pasir meradangkan kulit dan air garam membuat menjadi kombinasi yang membuat luka terbakar yang perih. Melalui tahapan ini, peserta melakukan evolusi yang mengharuskan mereka untuk berpikir, memimpin, membuat keputusan fungsional, disaat kondisi fisik sangat kurang tidur, mendekati hipotermia, dan bahkan berhalusinasi.

Meski demikian, salah satu instruktur SEAL mengatakan, sejatinya 90 persen materi yang diberikan dalam Hell Week merupakan tekanan mental. Sementara sepuluh persen sisanya merupakan materi fisik.

Hell Week menggiring emosi dan pikiran seseorang pada limitasi maksimal. Sehingga, dari sini pula siswa US Navy SEAL diseleksi secara alamiah, mana yang lulus dan mana yang menyerah dalam menjalani pendidikan.Sebenarnya pikiran merekalah yang menyerah, bukan tubuh mereka dan Instruktur akan selalu membuka peluang bagi siapa pun untuk berhenti jika mereka ingin. 

Apa yang bisa Anda pelajari dari proses menjadi seorang Navy Seal? Ternyata  untuk menjadi pasukan elit tidaklah mudah, mereka harus melewati ‘Hell Week’ yang sangat menyeramkan. Tapi bagi yang bisa bertahan, mereka akan menjadi pasukan elit yang sangat di segani. Sama halnya dengan hidup kita. Untuk menjadi seorang yang sukses di bidang yang kita inginkan, kadang kala kita harus melewati ‘Hell Week’ di bidang yang kita inginkan. Pada saat diproses memang sangat tidak mengenakkan dan tidak semua orang bisa tahan ketika diproses. Tapi survey membuktikan, yang bisa bertahan paling lama pada saat diproses, biasanya merekalah yang akan menjadi seseorang yang sangat berhasil di bidang tersebut.

Pertanyaannya, apakah anda bisa bertahan pada saat diproses? Atau Anda akan menyerah ketika diproses? Pilihan ada di tangan Anda. Ingatlah satu hal, bagi yang bisa bertahan selama diproses, merekalah yang akan memenangkan pertandingan. Sangat sederhana. Bertahanlah lebih lama dari lawan Anda, maka Anda akan menjadi pemenang.

Semoga bermanfaat.

Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator – Entrepreneur
www.luhurmotivation.com
Email      : luhurmotivation@gmail.com
Twitter    : @LUHURMotivation
Fanpage  : Luhur Motivation     

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda dapat menghubungi 0811 608 0501.


Terima kasih.