Wednesday, December 11, 2013

Menabur dan Menuai


Pada suatu malam hujan badai bertahun tahun yang lalu, ada seorang kakek dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia untuk mendapatkan tempat bermalam supaya bisa menghindari hujan badai yang sedang terjadi.

Setelah masuk kedalam hotel tersebut, sang kakek bertanya kepada sang pelayan, “Dapatkah Anda memberi kami sebuah kamar di sini?”
Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota, “Semua kamar kami telah penuh, pak,” pelayan berkata.
"Tapi saya tidak dapat membiarkan pasangan yang baik seperti Anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Bersediakah Anda berdua tidur di kamar saya? Kamar saya tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat Anda berdua tidur dengan nyaman malam ini.” Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. 

“Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja” kata sang pelayan.
Akhirnya pasangan ini setuju.
Keesokan pagi harinya, kakek itu berkata kepada sang pelayan,
“Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk Anda”.
Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum.
Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan seseorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.

Dua tahun kemudian…

Sang pelayan sudah hampir melupakan kejadian itu. Pada suatu hari, ia menerima surat dari kakek tua yang pernah di tolongnya. Surat itu mengingatkannya kembali pada kejadian di malam hujan badai tersebut. Dan di dalam amplop itu, disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York. Dan pasangan tua tersebut meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi mereka.

Kakek ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia ke sudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di sana, bagaikan sebuah istana dengan warna kemerahan, dan dengan menara yang menjulang tinggi ke langit. 

“Itu”, kata kakek “adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk dikelola oleh Anda.” 
“Anda pasti sedang bergurau,” jawab laki-laki muda tersebut.
“Saya jamin tidak,” kata kakek itu, dengan tersenyum lebar.

Nama kakek itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel.

Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama di Wadolf – Astoria Hotel adalah George Charles Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu hotel paling bergengsi di dunia dan bahkan bisa mendirikan hotel sendiri.

Dari kisah inspiratif di atas, apa yang bisa anda pelajari? 
Kadang kala hal sederhana yang anda lakukan dengan hati yang tulus, bisa merubah kehidupan anda. Maka dari itu, mulai dari sekarang pastikan diri anda melakukan segala sesuatu dengan hati yang tulus. Apabila anda hari ini adalah seorang sales, jadilah sales yang menjual dengan hati yang tulus, bukan hanya mencari keuntungan semata dan merugikan orang lain. Begitu juga dengan profesi apapun yang sedang anda jalani saat ini. Gunakan hati yang tulus, maka anda akan mendapatkan sesuatu yang sangat dahsyat dalam hidup ini. Kalimat yang sangat cocok untuk mengakiri artikel ini adalah ‘apa yang anda tabur hari ini, akan anda tuai di hari yang akan datang’.
Semoga bermanfaat.

Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Inspirator – Entrepreneur
www.luhurmotivation.com
Email               : luhurmotivation@gmail.com
Twitter             : @LUHURMotivation
Fanpage           : Luhur Motivation     

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.