Wednesday, April 2, 2014

Bahagia di Masa Sulit #1 – Menerima Keadaan

Sumber : Buku “Bahagia di Masa Sulit” by Andrew Matthews.

Ketika bersepeda keliling dunia, teman saya Aden berhenti sebentar di sebuah desa di Afrika Barat untuk membantu membangun sebuah toko roti. Dia bercerita :

Kami membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membangun toko roti itu. Kami membuat batu bata dari sarang semut yang hancur. Setiap hari anak – anak desa datang untuk membantu. Tak ada satu pun anak yang mengenakan sepatu. Tapi ada seorang anak kecil periang yang selalu mengenakan satu kaos kaki (bukan sepatu) melainkan hanya satu kaos kaki. Usianya sekitar 10 tahun. Saya memanggilnya satu kaos kaki.

Akhirnya rasa penasaran saya tidak terbendung, saya berkata kepada si ‘satu kaos kaki’, “Ceritakan tentang kaos kaki yang selalu kamu pakai ini”. Anak itu dengan bangga berkata, “Ibuku mencucinya setiap malam, dan aku memakainya setiap hari”. Saya berkata, “Ya, tetapi mengapa kamu hanya memakai satu kaos kaki? ”.Anak itu tampaknya terkejut mendengar pertanyaan konyol saya dan kemudian dia tersenyum lebar dan berkata “karena aku hanya punya satu!”.

Mungkin sekarang Anda sedang bangkrut. Mungkin telah kehilangan pekerjaan Anda atau kehilangan orang tercinta. Mungkin Anda sedang sakit, Anda berkata “Aku tidak tahu harus melakukan apa”. Inilah hal pertama yang harus Anda lakukan dan ‘satu – satunya’ hal yang harus Anda lakukan, yaitu ‘terimalah keadaan Anda’.

Untuk mengubah keadaan, pertama – tama Anda harus berdamai dengan keadaan Anda.Lupakan tentang menyalahkan, lupakan rasa bersalah Anda, lupakan tentang ‘bagaimana kalau’. Kemajuan Anda tergantung pada menerima keadaan. Menerima keadaan bukan berarti, “saya ingin tetap disini”. Menerima keadaan berarti “inilah keadaan saya – dan sekarang saya berusaha untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.”

Daripada mengatakan, “Saya telah kehilangan semua uang saya. Seandainya saja saya tidak menanamkan semua uang saya ke dana ekuitas di Honex Eddie”, Anda lebih baik mengatakan, “Inilah keadaan saya. Saya pernah berhasil sebelumnya, dan saya akan berhasil lagi”.

Menerima keadaan bukan berarti menyerah. Menerima keadaan berarti menyadari bahwa,”Ini adalah bagian dari hidup saya” .Lalu sering kali menerima keadaan berarti ,” Sekarang saya tidak tahu mengapa ini harus menjadi bagian dari hidup saya, tetapi saya tetap menerimanya”.

Intinya menerima keadaan adalah sumber kekuatan.


Semoga bermanfaat.
Salam Super Dahsyat dan Tetap Semangat.

Ardy Luhur
Mindset Motivator
Inspirator – Entrepreneur
www.luhurmotivation.com
Email                    : luhurmotivation@gmail.com
Twitter                 : @LUHURMotivation
Fanpage               : Luhur Motivation          

Untuk informasi Seminar dan Pelatihan karyawan dan staff di perusahaan Anda dapat menghubungi 0811 608 0501.

Terima kasih.


No comments:

Post a Comment